Pada usia bayi, anak sudah menunjukkan kecerdasan intelektualnya. Meskipun demikian, setiap anak tidak memiliki kecerdasan intelektual yang sama. Hal ini kerap membuat orangtua kebingungan dan kesulitan untuk memahami karakter anak.

Di samping itu sangat penting bagi orangtua untuk mengikuti tahapan perkembangan si kecil. Menurut sebuah penelitian, otak bayi memiliki empat zona penting yang mempengaruhi 4 aspek kecerdasan, salah satunya adalah kecerdasan intelektual.

Disampaikan oleh dr Arifianto, SpA, spesialis kesehatan anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, berikut ini adalah strategi membesarkan bayi cerdas:

1. Menjalin ikatan emosional yang erat

Ikatan emosional bisa diciptakan melalui skin to skin contact antara si orangtua dengan sang bayi, terutama seorang ibu. Sang bayi harus diberikan perasaan aman misalnya dengan memberi pijatan lembut pada tubuhnya, berbicara pada bayi sejak awal, serta memakaikan pakaian pada bayi. Selain itu, usahakan tidak bertengkar di depan bayi karena akan membuatnya merasa cemas.

BACA JUGA ” 9 ES CAMPUR RECOMMENDED DI JOGJA YANG WAJIB DICOBA “



2. Bercakap-cakap dengan bayi

Meskipun belum berbicara namun bayi mampu menangkap suara dan menyimpan apa yang diperoleh di dalam memorinya. Memasuki usia 2 sampai 3 tahun, bayi yang sudah mampu berbicara menunjukkan tingkat IQ yang lebih tinggi daripada bayi yang belum mampu bicara sama sekali. Anda bisa mengajaknya berbicara dengan nada yang variatif kepada si buah hati mulai dari sekarang.

3. Tunjukkan ekspresi wajah saat berkomunikasi

Ekspresi wajah orang-orang sekitarnya ternyata mampu ditangkap bayi dengan baik, bahkan ketika memasuki usia 3 hingga 4 bulan. Dengan kemampuannya membaca ekspresi wajah tersebut bayi sudah bisa melakukan komunikasi non verbal. Anda bisa menjadikan bayi Anda lebih bahagia jika kerap menunjukkan ekspresi wajah ceria dan bahagia.

BACA JUGA ” 10 BAKMI PALING RECOMENDED DI JOGJA “



4. Kurangi penggunaan stroller dan car seat

Bayi yang kerap digendong dengan tangan akan membuat bayi leluasa bergerak dan bisa melihat ke banyak sisi yang dia inginkan. Akan berbeda jika bayi digendong dengan gendongan kangguru atau hanya dibaringkan di dalam stroller membuat bayi tidak memiliki kesempatan untuk banyak belajar lingkungan sekitar.

5. Menunjukkan benda sembari berbicara

Ketika Anda menunjukkan berbagai benda kepada si bayi usahakan untuk menggunakan kalimat panjang yang utuh. Meskipun belum memahami apa yang dibicarakan oleh orang dewasa, namun bayi akan menyimpan informasi tersebut di dalam memorinya. Di usia 9 bulan nantinya bayi akan mulai memahami ketika Anda menunjuk sebuah benda sembari mengatakan sesuatu.

BACA JUGA ” TERNYATA BANYAK LHO MANFAAT MENDAKI GUNUNG UNTUK MENTAL DAN KEPRIBADIAN KITA, YUK SIMAK “