Berbelanja online saat ini sudah menjadi bagian dari aktivitas jual beli di seluruh dunia. Kemudahannya membuat orang memilih melakukan belanja online daripada membeli barang dengan berkunjung ke toko dulu. Apalagi dengan banyaknya penawaran menari dari sejumlah E-commerce menjadikan belanja online semakin diminati.

Sebuah survey yang dilakukan terhadap 1.213 responden menunjukkan bahwa 24% orang pernah melakukan transaksi belanja online, sedangkan 76% orang masih enggan membeli barang tanpa tatap muka. Beragam alasan diungkapkan oleh orang-orang yang enggan menjadi online shoppers menurut riset tersebut, antara lain:

Belum percaya online shop

Beberapa kali sering diberitakan adanya kasus penipuan melalui online shopping dan pengalaman orang terdekat menjadi alasan utama orang enggan berbelanja online. Selain penipuan sistem online biasanya juga dari catatan produk, barang tak dikirim, dan produk yang dikirim palsu padahal meeka sudah membayar uangnya.

Jika Anda adalah pelaku  online shop, maka yakinkan calon pembeli jika barang yang dijual asli, disertai bukti-bukti pengiriman sehingga pembeli mau membeli ke toko Anda.

Lebih senang belanja offline

Berbelanja online terkadang terkait dengan karakteristik masing-masing orang. Tidak sedikit juga orang yang lebih merasa puas jika berbelanja dengan cara mengunjungi dan melihat atau mencoba secara langsung barang yang akan mereka beli. Terlebih untuk para wanita yang kerap menjadikan belanja sebagai olahraga dan ajang cuci mata. Bagi mereka yang belum merasa perlu belanja dengan cara online jelas enggan melakukannya. Meski sudah dihujani oleh iklan serta rekomendasi dari orang terdekat, mereka yang belum menemukan kenikmatan belanja tanpa tatap muka pasti sulit tertarik.

Transaksi yang terbatas dan memusingkan

Banyak situs belanja menerapkan proses transaksi yang cukup rumit dan kadang membingungkan. Transaksi ini lebih membingungkan jika pembeli kurang mengerti teknologi ataupun belum terbiasa. Sudah seharusnya sejumlah online shop menerapkan proses pembelian yang lebih praktis tidak lebih dari tiga menit. Jika pembayaran saja sudah ribet, akan banyak calon pembeli yang meninggalkan situs dan tak akan mencoba lagi.

Selain itu banyak online shop tidak menerapkan beragam opsi pembayaran seperti penggunaan kartu kredit atau kardu debet. Apalagi dengan online shop yang hanya membatasi bank A dan bank B saja sehingga untuk pembeli dengan akun bank C dan D kesulitan melakukan pembayaran.

Kurangnya informasi produk dan Ingin mencoba barang

Saat membeli secara online, informasi produk sangat penting dicantumkan sebab hal ini akan memengaruhi calon pembeli memutuskan jadi beli atau tidak lewat informasi tersebut. Sayangnya, beberapa toko online tidak secara detil mencatumkan informasi produk secara terperinci.

Tak hanya itu, berbelanja lewat online membuat calon pembeli tidak bisa mencobanya. Calon pembeli takut ditipu karena produk tidak sesuai dengan gambaran di situs. Akan lebih baik jika toko online tersebut juga memiliki toko offline yang mendisplay semua produk dan calon pembeli bias mencobanya. 

Proses pengiriman lambat dengan biaya yang tinggi

Beberapa produk yang sudah ditambahkan ke dalam keranjang belanja kerap dibatalkan oleh calon pembeli karena biaya pengiriman yang terlampau tinggi. Apalagi jika pada iklan tercantum produk bebas biaya pengiriman namun pada tagihan tercantum biaya pengiriman. Lebih menyebalkan lagi jika proses  pengirimannya lambat sehingga calon pembeli akan mengurungkan niatnya.

Harus mendaftar akun

Alasan yang banyak digunakan calon pembeli untuk mengurungkan niatnya berbelanja secara online adalah harus mendaftar diri sebagai anggota situs belanja tersebut. Terkadang, orang-orang malas terikat oleh sesuatu (keanggotaan) walaupun di situs tersebut menawarkan harga dan kualitas produk yang cukup bersaing.