Pacitan – Hello sahabat kulibur.com, kali ini kita akan ulas keindahan Pantai Klayar nih. Untuk kalian yang berada di daerah jawa timur khususnya Pacitan tentu tidak asing lagi dengan Pantai ini. Pantai Klayar merupakan salah satu pantai dari gugusan dari Laut Selatan yang memang mempunyai keindahan sehingga membuat pengunjungnya terpesona.

Pantai yang terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur ini mempunyai pasir yang lembut dan bersih dengan warna kecoklatan. Untuk menarik banyaknya wisatawan yang berkunjung maka untuk pengelolaan, pengembangan dan promosi ditangani langsung oleh pemerintah Pacitan.

Photo by: wisataid.com

Keberadaan Pantai Klayar ini tidak lepas dari sebuah kisah yang terjadi pada jaman dahulunya. Terdapat dua cerita yang menjelaskan tentang asal-usul nama Klayar pada pantai ini. cerita pertama menjelaskan nama Klayar diambil dari kata Glayar. Nama glayar sendiri diartikan dari sebuah perahu yang terombang ambing dilaut dan terdampar akibat terjangan ombak. Sedangkan cerita kedua menjelaskan bahwa nama Klayar berasal dari istilah “kluyar-kluyur” atau dalam bahasa Indonesia jalan-jalan. kata “kluyar-kluyur” itu di berikan karena banyaknya para penduduk yang dating dengan berjalan kaki pada pagi dan sore hari. Seiring berkembangnya jaman maka penduduk menyebutnya dengan nama Klayar.

Harga Tiket Pantai Klayar

Untuk harga tiket masuk pantai ini terbilang sangat terjangkau, karena untuk masuk pantai pada hari senin sampai haru jumat pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 5.000,- untuk satu orang dan pada weekend atau hari sabtu-minggu pengunjung harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 10.000,- untuk satu orang. Sedangkan untuk biaya parker kendaraan pribadi pengunjung hanya perlu mengeluarkan Rp. 2.000,- untuk kendaraan roda dua dan RP. 5.000,- untuk kendaraan roda empat.

Objek Wisata Pantai Klayar

1.Keindahan Warna Gradiasi Pasir Pantai
Photo by: exsplorewisata.com

Keindahan bibir pantai Klayar ini memang dapat mempesona para pengunjung. Dengan kombinasi antara warna putih dan coklat ditambah dengan bersih serta lembutnya pasir pantai menciptakan suasana sangat menyejukkan mata. Keindahan bibir pantai dapat disaksikan dengan lebih jelas ketika pengunjung mengabadian fotonya dengan kamera drone.

2.Batu Karang Yang Menjadi Icon Pantai Klayar
Photo by: klikhotel.com

Menurut cerita mistis yang ada, bebatuan karang yang terdapat di Pantai Klayar ini ada karena hasil dari sebuah pertarungan makhluk gaib yang akhirnya menjadi sebuah batu karang dan kemudian menyatu dengan bebatuan yang ada di pinggiran Pantai Klayar. Karena pantai ini menjadi objek wisata maka dibangunlah sebuah tangga dari beton yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menuju ke batu karang tersebut

3.Seruling Samudra
Photo by: youtube.com

Seruling samudra merupakan bunyi yang tercipta secara alami oleh perpaduan antara lubang pada batu karang, air laut dan angina. Ketiga unsur tersebutlah yang menimbulkan suara menyerupai seruling. Hal ini juga menjadi daya tarik yang kuat bagi para pengunjung Pantai Klayar. Keberadaan lubang batu karang yang menciptakan suara ini  dapat pengunjung saksikan di balik tebing Pantai Klayar.

4. Air Mancur Alami
Photo by: sajianinformasi.com

Tentu menjadi hal yang sangat dinanti-nanti oleh pengunjung untuk menyaksikan keindahan air air mancur alami ini. tidak dapat diprediksi kapan air mancur ini selalu keluar, tetapi ketika air pasang maka seruling samudra akan memperlihatkan keindahan lainnya dengan memancarkan air dengan tinggi sekitar 10 sampai 15 meter.

5.Batu Sphink
Photo by: pacitantourm.net

Di Pantai Klayar ini pengunjung dapat menyaksikan keindahan fenomena alam dari bebatuan yang menyerupai patung Sphinx yang berada di Mesir. Fenomena tebing yang mirip patung singa dengan kepala manusia inilah yang menjadikan masyarakat merubah namanya dari Watu Lumbung menjadi Batu Spinx. Karena fenomena batu inilah maka tidak heran jika banyak wisatawan yang mengabadikan foto mereka dengan latar belakang Batu Spinx. Di celah celah batu karang terdapat tiga lubang yang biasa disebut sumur oleh warga sekitar, jaman dahulu sumur yang paling besar digunakan oleh warga untuk memandikan kuda balap karena diyakini dapat memberi kesembuhan terhadap kuda yang mengalami sakit. Sedangkan dua sumur yang berukuran kecil yang diberi nama Ciderlaras dan Suranyata diyakini dapat membawa berkah.