Dengan munculnya wabah virus corona (Covid-19) maka secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pariwisata yang ada di Provinsi Bali. Bahkan hingga wabah virus corona (Covid-19) ini dinyatakan sudah hilang, Pemerintah Bali tetap membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan industry pariwisatanya. Oleh karena itu maka pemerintah Provinsi Bali mempunyai rencana dalam menjaga kesetabilan sector pariwisatanya lagi.

Rencana yang sudah disiapkan ada dua, Pertama, kalau wabah berlangsung tiga bulan, berarti kita siapkan pemulihannya juga tiga bulan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 10 Maret 2020. Kedua Provinsi Bali membutuhkan waktu untuk sekitar enam bulan jika wabah virus corona ini menyebar ke banyak negara dan berlangsung dalam kurun waktu yang lebih dari 3 bulan di Negara yang terkena wabah virus corona. Dalam masa pemulihan Popinsi Bali juga tidak akan melakukan promosi untuk menarik wisatawan terutama wisatawan asing, hal tersebut dipastikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Dampak dari adanya wabah virus corona saat ini maka sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisata asing ke Pulau Dewata. Berdasarkan data yang dicatat pemerintah Provinsi Bali jika penurunan kunjungan wisatawan asing hingga tanggal 9 Maret 2020 sudah mencapai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Untuk wisatawan asing yang tetap mengunjungi pulau bali hingga bulan maret 2020 ini berdasarkan pantauan berasal dari Negara Australia dan Amerika Serikat dengan rincian kunjungan wisatawan asing sebanyak 30.000 dari Australia dan 7.295 dari Amerika Serikat.   

Sumber: bisnis.tempo.co