Kunci utama bayi tetap tenang dan nyaman selama perjalanan di dalam pesawat adalah tidak kelaparan dan memastikan keamanannya. Menurut peraturan di sebuah maskapai penerbangan Indonesia, bayi yang lahir cukup bulan dan tidak memiliki gangguan jantung dan pernafasan, boleh melakukan penerbangan sejak usia tujuh hari. Orangtua harus memastikan sebelumnya anak sudah siap secara fisik dan mental untuk diajak bepergian menggunakan pesawat.

Untuk itulah ada beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua agar selama perjalanan pesawat bayi tidak rewel:

Mengatasi sakit telinga

Suara bising mesin pesawat dan terjadinya perubahan tekanan udara kerap membuat telinga berdengung dan terasa saki. Jika ini dialami oleh anak-anak mereka akan merasa tidak nyaman selama perjalanan. Untuk mengurangi rasa sakit ini, sebaiknya berikan makanan atau ASI sebelum take-off dan landing. Berikan hingga pesawat mencapai ketinggian stabil. Aktivitas menelan ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga. Bangunkan bayi ketika turun dari pesawat untuk disusui.

Car seat, perlukah?

Bayi di usia 24 bulan biasanya belum dikenai biaya perjalanan, namun maskapai biasanya tidak menyediakan kursi khusus untuk bayi sehingga  orang tua harus mendudukan si buah hati di pangkuan. Sebenarnya hal ini sangat tidak dianjurkan, karena adanya turbulensi drastis di pesawat memudahkan bayi terlepas dari pegangan. Terutama jika terjadi kecelakaan bayi mungkin akan terjepit di antara tubuh Anda.

Untuk tindakan aman, pesan satu kursi khusus untuk bayi, atau kursi orang dewasa jika ia sudah bisa duduk sendiri. Gunakan car seat atau pengaman khusus untuk bayi dan anak kecil yang memiliki sertifikasi Federal Aviation Administration (FAA) denga tulisan “This restrain certified for use in motor vehicles and aircraft”. Jangan lupa untuk membawa beberapa mainan atau buku favorit bayi. Mainan dan buku-bukunya ini  akan membantu Anda agar bayi bisa tenang dan duduk manis di pesawat.

Membawa ASI dan Susu Formula

ASI atau susu formula wajib diberikan pada bayi selama perjalanan. Pihak maskapai kerap membatasi membawa cairan maksimal 100 ml di dalam pesawat, namuan pengecualian untuk susu dan makanan bayi, obat-obatan dan makanan diet khusus. Jika mempunyai bayi yang mengkonsumsi susu formula maka persiapkan susu formula tersebut kedalam tempat yang tertutup sehingga jika bayi anda meminta susu kalian cukup meminta air panas kepada awak kabin.

Mengatur suhu

Sebaiknya jangan arahkan posisi AC ke bayi karena bayi akan kedinginan. Suhu kabin cenderung dingin oleh sebab itu pakaikan jaket atau sweater, sarung tangan, kaos kaki dan topi pada bayi. Jika perlu minta selimut tambahan untuk bayi.

Jaga agar tidak dehidrasi

Untuk menghindari dehidrasi yang diakubatkan berada dalam kabin pesawat maka pastikan bayi sudah cukup minum sebelum memulai perjalanan. Ini juga akan membuat mereka kenyang dan tidak rewel saat penerbangan. Untuk menyusui, mintalah ijin ke awak kabin untuk diperbolehkan duduk di deretan yang sepi penumpang sehingga Anda merasa nyaman saat menyusui. Setelah pesawat landing, usahakan untuk tidak perlu terburu-buru keluar dari pesawat, biarkan penumpang lain keluar lebih dulu. Hal ini untuk mencegah Anda dan bayi tidak berdesak-desakkan yang membuat bayi tidak nyaman.

BACA JUGA ” SIMAK!! MINUMAN TERBAIK SAAT BERBUKA PUASA DAN SAHUR “

BACA JUGA ” SIMAK DAFTAR FESTIVAL MEGAH YANG DISELENGGARAN MULAI PERTENGAHAN TAHUN HINGGA AKHIR 2019 “

BACA JUGA ” 4 SUMBER MAKANAN YANG DAPAT MENJAGA STAMINA SAAT BERPUASA “